Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat melakukan terapi cahaya merah, dan apa efek yang mungkin ditimbulkan oleh perawatan tersebut pada Anda.

16Tayangan

Terapi Cahaya Merah (RLT) biasanya dianggap sebagai perawatan yang aman, non-invasif, dan tanpa rasa sakit, tetapi tetap perlu digunakan dengan benar untuk menghindari potensi risiko.

【Tindakan Pencegahan Keselamatan】

1. Kenakan sesuatu untuk melindungi mata Anda.

Anda wajib mengenakan kacamata pelindung: Cahaya merah (terutama cahaya inframerah dekat) dapat merusak retina, dan bahkan menutup mata pun tidak dapat sepenuhnya menghalangi cahaya yang kuat.

Hindari menatap langsung sumber cahaya: Jangan menatap langsung panel LED dengan mata terbuka selama perawatan.

2. Masalah kulit dan fotosensitivitas

Obat-obatan dan produk perawatan kulit yang bereaksi terhadap cahaya Beberapa obat, seperti antibiotik (tetrasiklin), asam retinoat, dan beberapa antidepresan, dapat membuat kulit Anda lebih sensitif terhadap cahaya. Jadi, Anda harus berkonsultasi dengan dokter Anda tentang hal ini.

Produk ini harus digunakan dengan hati-hati oleh pasien dengan penyakit kulit, seperti lupus eritematosus atau dermatitis fotosensitif, karena dapat memperburuk gejala mereka.

3. Seberapa sering dan berapa lama Anda harus menjalani perawatan?

Hindari penggunaan berlebihan: Anda sebaiknya mencoba satu perawatan, yang akan memakan waktu 10-20 menit, dan Anda dapat melakukannya 2-5 kali seminggu. Penggunaan produk ini secara berlebihan dapat membuat kulit Anda kering atau merah.

Sesuaikan pengaturan agar sesuai dengan kekuatan perangkat: Energi perangkat rumahan dan tempat tidur fototerapi kelas medis berbeda, jadi Anda perlu mengikuti petunjuknya.

4. Orang-orang di beberapa kelompok perlu berhati-hati.

Jika Anda sedang hamil, harap baca ini. Belum ada cukup penelitian, jadi sebaiknya jangan menggunakan radiasi perut.

Penderita epilepsi: Jika Anda melihat kilatan cahaya terang, Anda mungkin mengalami kejang. Jika ya, Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter.

Pasien kanker: Sebaiknya hindari penggunaan radiasi pada area tempat tumor berada, karena hal ini dapat mengubah cara kerja sel.

[Kemungkinan efek samping] Terapi cahaya merah memiliki sedikit efek samping, tetapi beberapa orang mungkin mengalami hal-hal berikut:

 

1. Reaksi kulit ringan

Kemerahan atau kekeringan jangka pendek: Ini seperti sengatan matahari ringan, tetapi akan membaik setelah beberapa jam. Pastikan Anda lebih sering melembapkan kulit.

 

Gatal atau kesemutan: Jika Anda sensitif terhadap cahaya atau memiliki kondisi kulit tertentu, Anda mungkin perlu menghentikan perawatan Anda.

 

2. Apakah Anda sering sakit kepala atau merasa mata lelah?

Masalah ini bisa disebabkan oleh kacamata renang yang tidak pas, atau cahaya yang terlalu kuat. Disarankan untuk menyesuaikan intensitas cahaya dan beristirahat.

 

3. Pigmentasi (ini adalah kondisi yang jarang terjadi).

Jika orang dengan kulit gelap menggunakannya dalam jangka waktu lama dan dalam jumlah banyak, hal itu dapat memperburuk pigmentasi, sehingga mereka perlu menggunakannya lebih jarang.

 

[Rekomendasi keselamatan]

Lakukan uji coba sebelum penggunaan pertama: Celupkan sedikit kulit dari lengan atau bagian tubuh serupa ke dalam air selama 24 jam untuk melihat reaksinya.

Pastikan kulit Anda bersih dan kering. Hindari kosmetik, parfum, dan produk serupa yang memengaruhi penyerapan cahaya.

Pilih peralatan standar. Hindari lampu LED berkualitas rendah dan tidak efektif. Cari sertifikasi FDA atau CE untuk memastikan lampu tersebut berkualitas baik.

 

Ringkasan

Terapi cahaya merah sangat aman, dan efek sampingnya sebagian besar ringan dan singkat. Jika digunakan dengan benar, risikonya sangat rendah, tetapi beberapa orang (seperti wanita hamil dan orang dengan kondisi kulit yang membuat mereka sensitif terhadap cahaya) harus berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakannya. Jika masih mengganggu setelah beberapa waktu, hentikan penggunaannya dan temui dokter Anda.

Tinggalkan Balasan