Banyak orang menggunakan tanning bed untuk mempertahankan warna kulit cokelat sepanjang tahun, tetapi pertanyaan penting yang perlu dipertimbangkan adalah apakah tanning bed berbahaya bagi kulit Anda. Seperti perawatan kecantikan lainnya yang melibatkan paparan sinar ultraviolet (UV), tanning bed memiliki manfaat kosmetik dan potensi efek samping. Mengetahui risiko dan cara menguranginya dapat membantu Anda membuat keputusan yang lebih tepat tentang tanning di dalam ruangan.
Salah satu alasan utama orang menggunakan tanning bed adalah untuk mendapatkan warna kulit cokelat yang cepat dan merata. Tanning bed menggunakan radiasi UVA dan terkadang UVB untuk merangsang produksi melanin di kulit. Melanin adalah pigmen yang menyebabkan kulit menjadi gelap. Namun, radiasi UV juga memengaruhi kulit dengan cara lain, itulah sebabnya efek samping dapat terjadi jika proses tanning tidak dilakukan dengan benar.
Efek samping paling langsung dari penggunaan tanning bed adalah paparan berlebihan, yang dapat menyebabkan luka bakar. Luka bakar akibat tanning bed mirip dengan luka bakar akibat sinar matahari dan dapat menyebabkan kemerahan, nyeri, dan pengelupasan. Hal ini biasanya terjadi ketika seseorang terlalu lama berada di tanning bed atau terlalu sering berjemur tanpa memberi kulit cukup waktu untuk pulih.
Masalah umum lainnya adalah tekstur kulit yang tidak merata dan kekeringan. Radiasi UV dapat mengurangi elastisitas dan kadar kelembapan kulit. Seiring waktu, hal ini dapat membuat kulit tampak kasar, kering, dan kurang halus. Inilah mengapa hidrasi kulit sangat penting bagi orang yang sering menggunakan tanning bed.
Penuaan dini adalah salah satu risiko yang paling banyak dibahas terkait dengan penggunaan tanning bed. Sinar UVA menembus jauh ke dalam kulit dan dapat mempercepat kerusakan kolagen. Hal ini dapat menyebabkan keriput, garis-garis halus, dan hilangnya kekencangan kulit. Orang yang sering berjemur selama bertahun-tahun seringkali melihat tanda-tanda penuaan lebih awal daripada mereka yang tidak menggunakan tanning bed.
Penggunaan tanning bed juga dapat memengaruhi orang secara berbeda tergantung pada jenis kulit mereka. Orang dengan kulit cerah lebih mungkin mengalami luka bakar dan iritasi, sementara orang dengan kulit lebih gelap mungkin mengalami hiperpigmentasi atau warna kulit yang tidak merata jika mereka terlalu sering menggunakan tanning bed. Memahami jenis kulit Anda dan menyesuaikan waktu tanning sesuai kebutuhan sangat penting.
Terdapat juga beberapa efek samping yang kurang dikenal, seperti sensitivitas mata, dehidrasi kulit, dan memudarnya tato lebih cepat karena paparan sinar UV. Bibir adalah area sensitif lain yang dapat menjadi kering atau rusak jika tidak dilindungi selama sesi berjemur.
Terlepas dari risiko-risiko tersebut, banyak efek samping dari penggunaan tanning bed lebih berkaitan dengan penggunaan berlebihan daripada penggunaan sesekali. Mengikuti panduan tanning yang tepat dapat secara signifikan mengurangi risiko kerusakan kulit. Misalnya, pemula sebaiknya memulai dengan sesi singkat, biasanya sekitar 5–7 menit, dan secara bertahap meningkatkan waktu sesi seiring kulit mereka mulai mendapatkan warna dasar yang lebih gelap. Disarankan juga untuk membatasi sesi tanning beberapa kali per minggu daripada melakukan tanning setiap hari.
Menggunakan losion penyamakan kulit dalam ruangan, minum cukup air, dan melembapkan kulit setelah setiap sesi penyamakan dapat membantu menjaga kesehatan kulit dan mengurangi kekeringan serta pengelupasan. Mengenakan kacamata pelindung dan melindungi area sensitif seperti wajah, bibir, dan tato juga dapat mengurangi beberapa risiko yang terkait dengan penggunaan alat penyamakan kulit.
Singkatnya, penggunaan tanning bed dapat menimbulkan efek samping seperti luka bakar, kulit kering, penuaan dini, pigmentasi tidak merata, dan iritasi kulit, terutama jika digunakan terlalu sering atau dalam waktu lama. Namun, penggunaan tanning yang bertanggung jawab, perawatan kulit yang tepat, dan paparan yang terkontrol dapat membantu mengurangi risiko ini dan membantu Anda menjaga kesehatan kulit saat berjemur.
