Terapi cahaya, Fotobiomodulasi, LLLT, fototerapi, terapi inframerah, terapi lampu merah dan sebagainya, adalah nama berbeda untuk hal serupa – menerapkan cahaya dalam kisaran 600nm-1000nm ke tubuh. Banyak orang menggunakan terapi cahaya dari LED, sementara yang lain menggunakan laser tingkat rendah. Apapun sumber cahayanya, beberapa orang merasakan hasil yang luar biasa, sementara yang lain mungkin tidak menyadarinya sama sekali.
Alasan paling umum untuk perbedaan ini adalah kurangnya pengetahuan tentang dosis. Agar terapi cahaya berhasil, pertama-tama Anda perlu mengetahui seberapa kuat cahaya Anda (pada jarak yang berbeda), lalu berapa lama penggunaannya.
Apakah ada yang lebih dari dosis terapi cahaya?
Meskipun informasi yang disajikan di sini cukup untuk mengukur dosis dan menghitung waktu penerapan untuk penggunaan umum, dosis terapi cahaya adalah masalah yang jauh lebih rumit, secara ilmiah.
J/cm² adalah cara setiap orang mengukur dosis saat ini, namun tubuh berbentuk 3 dimensi. Dosis juga dapat diukur dalam J/cm³, yaitu berapa banyak energi yang diterapkan pada volume sel, bukan hanya diterapkan pada luas permukaan kulit.
Apakah J/cm² (atau ³) merupakan cara yang baik untuk mengukur dosis? Dosis 1 J/cm² dapat diterapkan pada 5cm² kulit, sedangkan dosis yang sama 1 J/cm² dapat diterapkan pada 50cm² kulit. Dosis per area kulit adalah sama (1J & 1J) pada setiap kasus, namun total energi yang diterapkan (5J vs 50J) sangat berbeda, sehingga berpotensi menimbulkan hasil sistemik yang berbeda.
Kekuatan cahaya yang berbeda dapat mempunyai efek yang berbeda pula. Kita tahu bahwa kombinasi kekuatan dan waktu berikut memberikan dosis total yang sama, namun hasilnya belum tentu sama dalam penelitian:
2mW/cm² x 500 detik = 1J/cm²
500mW/cm² x 2 detik = 1J/cm²
Frekuensi sesi. Seberapa sering sesi dengan dosis ideal harus diterapkan? Hal ini mungkin berbeda untuk masalah yang berbeda. Antara 2x per minggu dan 14x per minggu terbukti efektif dalam penelitian.
Ringkasan
Menggunakan dosis yang tepat adalah kunci untuk mendapatkan hasil maksimal dari terapi cahaya. Dosis yang lebih tinggi diperlukan untuk merangsang jaringan yang lebih dalam dibandingkan kulit. Untuk menghitung sendiri dosisnya, dengan perangkat apa pun, Anda perlu:
Cari tahu kepadatan daya lampu Anda (dalam mW/cm²) dengan mengukurnya pada jarak yang berbeda menggunakan meteran tenaga surya.
Jika Anda memiliki salah satu produk kami, gunakan tabel di atas.
Hitung dosis dengan rumus : Kerapatan Daya x Waktu = Dosis
Carilah protokol pemberian dosis (kekuatan, waktu sesi, dosis, frekuensi) yang telah terbukti efektif dalam studi terapi cahaya yang relevan.
Untuk penggunaan dan pemeliharaan umum, antara 1 dan 60J/cm² mungkin sesuai