Tempat tidur terapi cahaya merah (RLT) bekerja dengan memancarkan panjang gelombang cahaya merah (630-700nm) dan inframerah dekat (700-850nm) tertentu untuk menembus kulit dan merangsang perbaikan sel, produksi kolagen, dan manfaat terapeutik lainnya – tanpa radiasi UV atau efek penggelapan kulit.
Cara kerjanya: Ranjang ini berisi beberapa panel LED yang memancarkan cahaya merah dan inframerah dekat yang terkonsentrasi.
Berbeda dengan tempat berjemur buatan (yang menggunakan lampu UV), tempat tidur RLT menggunakan cahaya non-termal yang tidak merusak.
Cahaya merah (630-700 nm) → Diserap oleh sel-sel kulit (fibroblas, mitokondria).
Inframerah dekat (700-850 nm) → Penetrasi lebih dalam ke dalam otot, persendian, dan tulang.
Energi cahaya meningkatkan produksi ATP (energi seluler) di mitokondria.
Memicu sintesis kolagen & elastin (anti-penuaan, penyembuhan luka).
Mengurangi peradangan dan meningkatkan sirkulasi darah.
Efek terapeutik: Kesehatan kulit (mengurangi kerutan, jerawat, bekas luka).
Pereda nyeri (pemulihan otot, radang sendi, nyeri sendi).
Pertumbuhan rambut (merangsang folikel).
Suasana hati & tidur (dapat membantu ritme sirkadian).
Perbedaan utama dari tanning bed Fitur Tempat tidur terapi cahaya merah Jenis cahaya tanning bed Merah/NIR (tanpa UV) UVA/UVB (UV berbahaya) Tujuan Penyembuhan, tanning anti-penuaan Efek tanning? Tidak Ya Risiko kanker Tidak ada Durasi sesi 10-20 menit 5-15 menit Apa yang diharapkan dari sebuah sesi Tidak diperlukan kacamata pelindung (tidak seperti tanning UV).
Cahaya hangat dan bercahaya (tidak menyengat atau panas).
Frekuensi: 2-5 sesi/minggu untuk hasil terbaik.
Siapa yang sebaiknya menggunakannya?
Orang-orang yang mencari perawatan peremajaan kulit (jerawat, keriput, bekas luka).
Atlet untuk pemulihan yang lebih cepat.
Penderita nyeri kronis (artritis, nyeri punggung).
Tips: Untuk hasil terbaik, kombinasikan RLT dengan antioksidan topikal (serum vitamin C) dan gunakan secara konsisten.