Apakah terapi cahaya merah dapat memperburuk melasma?

13Tayangan

Melasma adalah kondisi kulit umum yang menyebabkan perubahan warna gelap dan bercak-bercak, sering dipicu oleh paparan sinar matahari, hormon, atau panas. Banyak orang bertanya-tanya apakah terapi cahaya merah (RLT)—perawatan populer untuk jerawat, kerutan, dan peradangan—dapat membantu atau memperburuk melasma.

Apakah Terapi Cahaya Merah Mempengaruhi Melasma?

Terapi cahaya merah (biasanya 630nm–660nm) umumnya dianggap aman untuk melasma karena:
Alat ini tidak menghasilkan sinar UV (tidak seperti sinar matahari, yang memperburuk melasma).
Hal ini dapat membantu mengurangi peradangan dan meningkatkan perbaikan kulit.

Namun, ada beberapa kekhawatiran:
Sensitivitas Panas – Beberapa perangkat RLT memancarkan panas ringan, yangbisaMemicu melasma pada individu yang sensitif terhadap panas.
Panjang Gelombang Lebih Tinggi (Inframerah Dekat, 800nm+) – Gelombang ini menembus lebih dalam danmungkinMerangsang sel penghasil pigmen (melanosit), yang berpotensi memperburuk melasma dalam kasus yang jarang terjadi.

Cara Menggunakan RLT dengan Aman untuk Melasma

  1. Gunakan cahaya merah dengan panjang gelombang 630nm–660nm (hindari inframerah jika rentan terhadap pigmentasi).
  2. Lakukan sesi sesi singkat (5–10 menit) untuk meminimalkan paparan panas.
  3. Pantau respons kulit—jika melasma menjadi lebih gelap, hentikan penggunaan.
  4. Selalu gunakan tabir surya—melasma dapat kambuh karena paparan cahaya/panas apa pun.

Intinya

Sebagian besar penderita melasma dapat mentoleransi terapi cahaya merah suhu rendah (630nm–660nm) dengan baik, tetapi hasilnya bervariasi. Jika Anda khawatir, konsultasikan dengan dokter kulit sebelum memulai.

Tinggalkan Balasan