Apakah alat tanning bed cocok untuk semua orang?

15Tayangan

Tempat berjemur buatan mensimulasikan sinar matahari menggunakan sinar ultraviolet (UV) buatan, yang menyebabkan kulit memproduksi melanin dan menghasilkan tampilan kulit yang kecoklatan. Namun, tempat berjemur buatan tidak cocok untuk semua orang, dan beberapa orang mungkin menghadapi risiko kesehatan yang lebih tinggi.

 

Orang-orang yang tidak cocok menggunakan alat penyamakan kulit (tanning bed):

- Orang dengan kulit sensitif atau yang mudah terbakar sinar matahari

 

Mereka yang memiliki kulit cerah (tipe Fitzpatrick I–II) lebih rentan terhadap sengatan matahari atau eritema karena memiliki lebih sedikit melanin.

 

Orang yang menderita penyakit fotosensitif (seperti lupus eritematosus atau dermatitis surya) mungkin mengalami peradangan kulit.

 

Orang-orang yang berisiko tinggi terkena kanker kulit

 

- Orang yang memiliki riwayat pribadi atau keluarga menderita melanoma, karsinoma sel basal, dll.

 

- orang dengan lesi prakanker (seperti keratosis surya).

 

Remaja (di bawah 18 tahun)

 

Remaja memiliki kulit yang lebih tipis dan lebih sensitif terhadap kerusakan akibat sinar ultraviolet, yang dapat meningkatkan risiko kanker kulit di masa dewasa.

 

Beberapa negara, seperti Amerika Serikat dan Australia, telah memberlakukan undang-undang yang melarang anak di bawah umur menggunakan alat penyamakan kulit (tanning bed).

 

Wanita hamil

 

Perubahan hormonal selama kehamilan dapat memperburuk kloasma (bintik-bintik kehamilan) dan paparan sinar UV dapat memperparah masalah pigmentasi.

 

Lingkungan dengan suhu tinggi (seperti ruang penyamakan kulit) dapat memengaruhi kesehatan janin dan oleh karena itu disarankan untuk dihindari.

 

Orang-orang yang baru saja menerima perawatan kecantikan medis

 

Lapisan pelindung kulit menjadi rapuh setelah perawatan penghilangan bulu dengan laser, pengelupasan kimia, dan microneedling, sehingga paparan sinar UV dapat dengan mudah menyebabkan pigmentasi atau penggelapan kulit.

 

Situasi di mana penggunaannya perlu diwaspadai:

Orang dewasa sehat tanpa risiko yang disebutkan di atas dapat menggunakannya secara moderat, tetapi frekuensinya harus dikontrol secara ketat (tidak lebih dari dua kali seminggu selama tidak lebih dari 10 menit setiap kali).

 

Lakukan tindakan pencegahan sebelum digunakan, seperti mengoleskan losion penyamakan kulit dan mengenakan kacamata pelindung, serta melembapkan dan memperbaiki kulit setelahnya.

 

Alternatif penyamakan kulit yang lebih aman

- Produk penyamakan kulit imitasi (losion/semprotan penyamakan kulit yang mengandung DHA).

 

- Bronzer/krim penyamakan kulit instan (tanpa risiko UV).

Tinggalkan Balasan